Artikel, Container, Docker

Mengenal APA itu Docker ?

Written by Admin Trinix · 1 min read >
Artikel ini akan membahas sejarah singkat dan mengenal apa itu Docker,
Sebelum mengenal docker lebih jauh kita kilas dahulu permasalahan pada industri IT khususnya dibidang pengembangan aplikasi dan server.
Permasalahan terkait kebutuhan teknologi virtualisasi di dunia Teknologi Informasi, semakin hari semakin bertambah. Terlebih lagi, saat ini kebanyakan jenis server yang ada dipasaran mengusung spesifikasi yang luar biasa. Hal ini membuat server menjadi tidak efektif jika tidak dikelola dengan baik.
Teknologi virtualisasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1979, yang diprakarsai oleh UNIX V7. Namun saat itu belum banyak yang bisa dilakukan, sehingga teknologi ini tidak bisa bersaing dengan baremetal. Seiring berjalannya waktu, kini mulai banyak teknologi virtualisasi yang disediakan. Mulai dari gratisan (VirtualBox, Xenserver, KVM, Proxmox) hingga yang berbayar (VMWare, Hyper-V).
Teknologi virtualisasi masih memiliki sistem operasi secara penuh dengan manajemen memori tersendiri. Dalam virtualisasi, resource dari mesin fisik akan digunakan oleh sistem operasi hypervisor dan sistem operasi virtual. Meskipun virtualisasi mampu menjalankan beberapa sistem operasi dalam satu mesin fisik, namun masih belum cukup efisien. Karena mesin virtual masih menggunakan sistem operasi utuh, sehingga masih terlalu banyak memakan resource fisik dan sangat boros terhadap resource server yang ada. Jika kita sebagai pengelola server tentu hal ini sangat tidak cost-effective bila diterapkan.
Oleh Karena itu kini hadir teknologi yang disebut dengan teknologi container (containerization). Nah, berbeda dengan Virtual Machine (VM), Container adalah sebuah wadah yang dapat membungkus suatu aplikasi beserta dependency dan environment-nya. Resource yang digunakanpun adalah resource dari server fisiknya langsung (Host). Sehingga aplikasi mengambil resource sesuai kebutuhannya (sharing resource).
berikut perbedaan VM dan Container :
Docker awal mulanya dikembangkan oleh Solomon Hykes sebagai proyek internal di dotCloud, yang merupakan sebuah perusahaan PaaS (Platform as a Service). Docker pada awal didirikannya pada tahun 2009 menggunakan nama dotCloud Inc. Namun, pada tahun 2013 dotCloud diubah menggunakan nama Docker hingga artikel ini dibuat.
Docker pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013 dalam pembicaraan kilat lima menit di Konferensi Pengembang Python di Santa Clara, California, pada 15 Maret 2013 oleh Solomon Hykes. Pada saat pertama kali diperkenalkan ini, para developer yang datang pada acara tersebut sudah menaruh perhatian yang besar pada Docker. Pada saat pengumuman ini, hanya sekitar 40 orang di luar dotCloud yang diberi kesempatan untuk bermain dengan Docker.
Tahun berikutnya, tepatnya pada bulan Juni tahun 2014, Docker akhirnya dirilis ke publik. Solomon Hykes menggandeng dua rekannya, yaitu Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet untuk mengembangkan platform ini menjadi lebih baik.
Jadi Docker adalah sebuah platform open source yang dibangun berdasarkan teknologi container, bisa disebut juga salah satu container yang paling umum digunakan saat ini. Seiring dengan perkembangannya, Docker kini tidak hanya digunakan oleh Linux Power (Red Hat dan Canonical), tetapi juga oleh Microsoft dan Oracle dan Microsoft yang turut mengadopsi Docker. Saat ini, sebagian besar perusahaan IT dan cloud juga sudah mengadopsi Docker ke dalam layanan yang mereka tawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.